Sejarah Pembentukan
Proses perancangan lambang negara Indonesia dimulai setelah pengakuan kedaulatan Indonesia pada akhir tahun 1949:- Pembentukan Panitia Lencana Negara (10 Januari 1950): Pemerintah Republik Indonesia Serikat (RIS) membentuk panitia di bawah koordinasi Menteri Negara Zonder Portofolio, Sultan Hamid II. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara.
- Karya Sultan Hamid II: Dari berbagai usulan, karya Sultan Hamid II terpilih untuk disempurnakan. Bentuk awal berupa figur garuda antropomorfis (berbadan manusia) yang memegang perisai.
- Penyempurnaan Bertahap:
Presiden Soekarno dan Mohammad Hatta memberikan masukan untuk mengubah bentuk fisik garuda agar lebih mendekati burung rajawali asli.
Kepala burung garuda yang tadinya gundul ditambahi jambul agar tidak menyerupai lambang Bald Eagle Amerika Serikat.
Arah cengkeraman kaki pada pita disempurnakan dari menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan. - Pengesahan Resmi: Lambang ini diperkenalkan pertama kali kepada publik pada 11 Februari 1950 dalam Sidang Kabinet RIS dan diresmikan penggunaannya melalui Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 1951.
Filosofi & Anatomi Garuda
Burung Garuda dipilih karena berakar kuat dalam mitologi nusantara dan sejarah kerajaan purba (seperti Airlangga dan Majapahit) sebagai simbol keberanian, tenaga pengerak, dan kejayaan.- Warna Emas: Melambangkan keagungan, kejayaan, dan keluhuran martabat bangsa Indonesia.
- Arah Kepala Menoleh ke Kanan: Secara simbolis menandakan kebaikan, kebenaran, serta jalan yang lurus.
- Jumlah Bulu (Simbol 17 Agustus 1945):
17 helai bulu pada masing-masing sayap (Tanggal kemerdekaan).
8 helai bulu pada ekor (Bulan Agustus).
19 helai bulu di bawah perisai / pangkal ekor (Tahun kemerdekaan).
45 helai bulu di leher (Tahun kemerdekaan).
Makna Simbol Perisai (Pancasila)
Perisai di dada Garuda melambangkan pertahanan dan perlindungan diri bangsa. Garis hitam tebal di tengah perisai melukiskan garis khatulistiwa yang melintasi wilayah nusantara.| Sila | Simbol | Makna Filosofis |
|---|---|---|
| Sila 1 | Bintang Emas (Latar Hitam) | Cahaya kerohanian dari Tuhan bagi setiap manusia. Latar hitam melambangkan warna alam dan sumber dari segala hal. |
| Sila 2 | Rantai Baja (Gelang Bulat & Persegi) | Gelang persegi melambangkan laki-laki, gelang bulat melambangkan perempuan. Mata rantai yang saling mengait menandakan hubungan antarmanusia yang bersatu dan saling membantu. |
| Sila 3 | Pohon Beringin | Sulur dan akarnya yang menjalar ke mana-mana melambangkan keberagaman suku bangsa yang berteduh dan bersatu di bawah naungan Indonesia. |
| Sila 4 | Kepala Banteng | Banteng adalah hewan sosial yang suka berkumpul. Ini melambangkan musyawarah dan mufakat dalam pengambilan keputusan politik/kemasyarakatan. |
| Sila 5 | Padi dan Kapas | Pangan (padi) dan sandang (kapas) merupakan kebutuhan dasar manusia untuk mencapai kemakmuran dan keadilan sosial yang merata. |
Uji pemahaman
1 pernyataan Benar / Salah
1.
Jumlah bulu pada pangkal ekor (di bawah perisai) burung Garuda Pancasila berjumlah 8 helai, yang melambangkan bulan Agustus sebagai bulan kemerdekaan Republik Indonesia.
Pembahasan
- Bulu yang berjumlah 8 helai terletak pada ekor utama (bukan pangkal ekor), yang melambangkan bulan kemerdekaan (Agustus).
- Sedangkan bulu pada pangkal ekor (di bawah perisai) berjumlah 19 helai, yang bersama dengan 45 helai bulu di leher melambangkan tahun kemerdekaan Indonesia (1945).
Materi terkait: Analogi Kata